Tumbal Penyatuan Vietnam

Konflik antara Vietnam Utara dan Selatan menjadi peperangan besar setelah perang dunia ke II berakhir. Konflik tersebut, melibatkan banyak negara, terutama dua negara adi daya yang saling bersaing, yakni Uni Soviet dan Amerika Serikat. Lyndon Johnson, selaku presiden Amerika, mengirimkan pasukan khususnya batalion misil Hawk Marine corps ke Da Nang, Vietnam pada Febuari 1965. Tindakan ini juga didukung oleh negara sekutunya Inggris dan Australia.

Dipihak yang lain, UniSoviet dan Tiongkok tidak tinggal diam. Keduanya mengancam siap mengintervensi jika AS mengirimkan bantuan ke Vietnam Selatan. Sekitar 2000 mahasiswa di Moskow, UniSoviet, turut juga turun tangan dengan menyerang kedubes AS di Moskow yang diProvokasi oleh mahasiswa Tiongkok dan Vietnam.

Pengiriman pasukan Amerika yang semakin masif tak terlepas dari insiden teluk tonkin yang melibatkan kapal perusak AS yang bentrok dengan kapal perang Vietnam Utara pada tahun 1964. Konflik tersebut berujung pada resolusi teluk Tonkin yang mengijinkan AS untuk meningkatkan keterlibatan pasukan militernya di Vietnam.

Ketika perang semakin meluas, sampai merambat ke negara tetangga seperti Laos dan Kamboja. Semua masyarakat yang dikatakan netral dan bukan orang Vietnam, Komunis, maupun Liberal harus menjadi santapan perang. Karena kedua negara yang berkonflik pun, menggunakan negara tetangganya menjadi markas militernya. Tak khayal jika negara-negara tetangganya yang tak tau menau dengan konflik, harus ikut di bombardir.

Puncaknya terjadi pada tahun 1968, ketika pasukan Vietnam Utara menyerang Saigon, basis militer Vietnam Selatan dan AS. Walaupun serangan ini bisa dikatan gagal, karena serangan ke Saigon yang dianggap nekad, serta Saigon sendiri sebagai kota pertahanan militer yang sering digunakan pada masa penjajahan jepang. Serangan ini berhasi membuat AS semakin sulit dalam pergerakannya. Namun kegagalan ini menguras pasukan Vietnam Utara yang didukung oleh Tiongkok dan UniSoviet, dengan terpaksa Vietnam Utara juga mengerahkan pasukan masyarakat petani untuk melumpuhkan Saigon.

https://simomot.com/wp-content/uploads/2014/02/perang-vietnam-bag-6.jpeg
Gambar : Warga kamboja menyelamatkan diri dari peperangan negara tetangganya


Pada tahun 1973 keterlibatan AS dalam perang Vietnam berakhir. Pasukan Vietnam Utara lebih leluasa untuk menyerang pasukan Vietnam Selatan di Saigon. Sehingga 2 tahun kemudian ditaklukan. Penyatuan Vietnam pun segera dilakukan pada tahun 1976. Konflik perang saudara ini berakhir dan mendamaikan masyarakat Vietnam yang sebenarnya menjadi korban persaingan antar ideologi negara kuat, serta menimbulkan banyak yang harus ditumbalkan.

Amerika serikat beserta sekutunya, yang mengalami kekalahan, terhitung mencapai 350.000 personel yang tewas dan yang mengalami luka berat 1,3 Juta orang menjadi tumbal. Sementara itu lebih dari 850.000  pasukan Vietnam Utara tewas, serta 604.000 korban luka dan lebih dari satu juta warga sipil Vietnam Utara dan Selatan serta tak sedikit 300.000 warga kamboja dan laos, sang warga sipil tetangga yang harus menjadi tumbal penyatuan Vietnam.

Comments